Mbak oh Mbak

March 16th, 2008 by archangelsray

I am back, ….
iya gak tahan gw mau cerita … daripada ditahan tahan ntar jadi ketahan haha.

ceritanya gini, tepatnya hari Kamis pagi lalu, gw bangun tidur, langsung keluar kamar tidur, jam menunjukkan pukul 8.00, suasana rumah sepi dan sunyi. So pasti, gw mikirnya mbak gw (house maid gituuu) sedang belanja di pasar atau lagi ngerumpi bersama gank mbak yu nya….,

Gw coba cari koran pagi gw yang biasa ada di meja, tapi hari ini tidak ada. Kok lucu ya? semua serba sepi ckckck….. , ya udah gw carilah koran itu di depan, pas mau buka pintu rumah, ternyata terkunci, tapi terkuncinya dari DALAM. *sigh*, gw berpikir singkat kalau mbak gw itu lagi tidur di istana kebesarannya di Lt. atas,
ya udah naiklah gw ke Lt.atas, menuju istana kebesarannya.

Mulailah gw punya pikiran iseng utk melongok seperti apa isi istana kebesarannya, siapa tau Mbak gw lagi tidur-tiduran di singgasananya…. Dengan perlahan mengendap, gw menuju kamarnya, 3 langkah lagi sampai, tapi ternyata gw gak lihat apa apa, dari kacanya tidak terlihat ada Mbak gw. Yang ada keadaan istana yang curat marut seperti kapal pecah.

Ya udah gw turun lagi, sambil teriak teriak melengking bernada … cari Mbak gw tercinta. T_T….
Singkat cerita untuk kedua kali nya karena penasaran, gw ke kamarnya lagi..
Sebenernya niat iseng sih, mau liat liat isi kamarnya hahahahahaha,

Pertama, gw buka pintunya … menyisir keadaan dari sudut nol hingga seratus delapan puluh.
KEdua, gw mau masuk utk mencari hil hil yang mustahal.
dan KETIGA, gw bingung kok pintunya agak agak membal gitu loh… ^-^"
dan akhirnya pas gw lihat ada apa di balik pintu ?????

MBAK GW DENGAN MUKA POLOS DAN KETAWA KETAWA …. MENGAGETKAN GW SEAKAN GW BAYI KECIL IMUT …. dengan kata kata :"BBHHAA…."
— sesaat sih , sedetik mungkin, gw shock juga… (gile aje nih Mbak gw , loe kira gw anak kecil???????@@@@@!!!!!!!! —–

Tanggapan gw sih cuma sok cool, padahal gw kaget juga dikagetin Mbak mbak.
!@#$$%^&*((&^%$#@!!~, PANTANG DALAM KAMUS GW NAIK KEATAS LAGI…,
(deg deg plash gitu loh rasanya- haha)

January 31st, 2008 by archangelsray

One day you wake up, and you ‘re not gonna recognize who you are

Akhirnya, hari ini gw harus melihat lagi siapa sebenarnya gw. Apa yang sebenarnya sedang gw lakukan. Kenapa gw bisa melakukan nya? dan Bagaimana harus memulai , menjalani nya.

Gw masih berpikir keras apa saja yang bisa membuat gw bangun dari jatuh. apa saja yang bisa membuat gw jatuh makin dalam dari saat ini, kontradiksi, tapi harus di jalani dan dilakukan.

Kemana dan bagaimana gw mesti bertindak. Semua ini harus dan memang suatu keharusan. Agar di masa yang akan datang gw gak bisa bertindak seenak gw, semau gw, tanpa memikirkan takut dan rakus.

– need some help

Sabar

January 29th, 2008 by archangelsray

Sabar - kemampuan untuk menunggu (berdasarkan waktu), menunggu tanpa kecewa atau bersikap tenang ketika dihadapkan kesulitan.

Itu kata kamus. Berdasarkan pengalaman, gw udah sering dihadapkan dengan situasi yang mengharuskan kita bersabar. Kata orang, segala sesuatu terjadi melalui proses, dan ada waktunya, sehingga indah tepat pada waktunya. Bayi aja lahir mesti 9 bulan menunggu… nah lo.

Pengalaman terPAHIT gw adalah ketika gw gak sabar utk mewujudkan semua cita cita gw, mimpi boleh, harus malah, tapi jangan RAKUS, juga HARUS sabar. Untuk menjadi besar, harus dari kecil. Untuk menjadi bisa, harus dari belajar dan memahami. Sama kayak loe mau makan siang, tapi maunya satu caplok untuk semua hidangan.

Berdasar pengalaman itu lah, sekarang gw lagi menata ulang mimpi - mimpi gw yang hancur berantakan. Karena itulah, sabar adalah satu dari sekian kunci yang harus gw dan loe semua punya. Untuk menjadi besar, dimulai dengan bertahap dan perlu waktu serta kesabaran, setuju? its fair enough…….

Ps:gpp kan gw post ttg kesabaran melulu hehe, just for remind remind remind for me also.

Like i do, … with my self only

November 8th, 2007 by archangelsray

Seperti malam beberapa hari terakhir,
deru hujan malam … memecah keheningan sunyinya malam,
dan hawa yang berbeda ketika tanah dibasahi air hujan.

sambil bersibuk di ujung kamar,
plus ditemani dentingan pianonya Clayderman.

Ketika keinginan yang mesti dicapai
ketika ‘akan’ mesti diganti ‘harus’
ketika kadang mesti ditebus dengan ‘airmata’
tegas bukan sadis…

people changes …
time changes …
world also changes …
like i do … to be winner , with my self only.

untitled

November 1st, 2007 by archangelsray

It seems like a fool, …, ketika semua orang selalu optimis dengan masa depan, alih alih saya juga selalu mengatakan ke-optimis-an saya ke semua rekan, jauh di belakang sana, ada suara - suara kecil yang selalu menyuarakan ke-pesimis-an, keraguan untuk masa depan, keraguan untuk bisa maju secepat sekarang.

Saya ragu bukan tanpa alasan , lihat saja ekonomi dunia. Harga minyak dah 5$ lagi jadi 100$. Perekonomian amerika yang diramalin melambat, akibat krisis subprime mortgages. Kalau sudah begini, 2008 bisa dipastikan semua semua nya naik. Mau gak mau inflasi juga naik. Pertumbuhan melambat juga dong.

Gpp deh. Slow but sure, kalau mereka semua aja optimis, seharusnya saya memandang dari kacamata optimisme juga. Semangat. Ayo berpacu dengan waktu untuk maju!!!

Terimakasih Ayah, Telah Menunjukkan Kepada Saya Betapa Miskinnya Kita

August 30th, 2007 by archangelsray

Suatu
ketika seseorang yang sangat kaya mengajak anaknya mengunjungi sebuah
kampung dengan tujuan utama memperlihatkan kepada anaknya betapa
orang-orang bisa sangat miskin.
Mereka menginap beberapa hari di sebuah daerah pertanian yang sangat miskin.
Pada perjalanan pulang, sang Ayah bertanya kepada anaknya.
"Bagaimana perjalanan kali ini?"
"Wah, sangat luar biasa Ayah"
"Kau lihatkan betapa manusia bisa sangat miskin" kata ayahnya.
"Oh iya" kata anaknya
"Jadi, pelajaran apa yang dapat kamu ambil?" tanya ayahnya.

Kemudian si anak menjawab.

"Saya saksikan bahwa :

Kita hanya punya satu anjing, mereka punya empat.

Kita punya kolam renang yang luasnya sampai ke tengah taman kita dan mereka memiliki telaga yang tidak ada batasnya.
Kita mengimpor lentera-lentera di taman kita dan mereka memiliki bintang-bintang pada malam hari.

Kita memiliki patio sampai ke halaman depan, dan mereka memiliki cakrawala secara utuh.
Kita memiliki sebidang tanah untuk tempat tinggal dan mereka memiliki ladang yang melampaui pandangan kita.

Kita punya pelayan-pelayan untuk melayani kita, tapi mereka melayani sesamanya.
Kita membeli untuk makanan kita, mereka menumbuhkannya sendiri.

Kita mempunyai tembok untuk melindungi kekayaan kita dan mereka memiliki sahabat-sahabat untuk saling melindungi."

Mendengar hal ini sang Ayah tak dapat berbicara.

Kemudian sang anak menambahkan "Terimakasih Ayah, telah menunjukkan kepada saya betapa miskinnya kita."
Betapa seringnya kita melupakan apa yang kita miliki dan terus memikirkan apa yang tidak kita punya.

Apa yang dianggap tidak berharga oleh seseorang ternyata merupakan dambaan bagi orang lain.
Semua ini berdasarkan kepada cara pandang seseorang.
Membuat
kita bertanya apakah yang akan terjadi jika kita semua bersyukur kepada
Tuhan sebagai rasa terima kasih kita atas semua yang telah disediakan
untuk kita daripada kita terus menerus khawatir untukmeminta lebih.

**duh jadi termotivasi**
*milis tetangga*

Pendaki Gunung

August 30th, 2007 by archangelsray

Suatu ketika, ada seorang pendaki gunung yang sedang
bersiap-siap melakukan perjalanan. Di punggungnya, ada ransel carrier dan
beragam carabiner (pengait) yang tampak bergelantungan. Tak lupa tali-temali
yang disusun melingkar di sela-sela bahunya. Pendakian kali ini cukup berat,
persiapan yang dilakukan pun lebih lengkap.

Kini, di hadapannya menjulang sebuah gunung yang tinggi. Puncaknya tak
terlihat, tertutup salju yang putih. Ada
awan berarak-arak disekitarnya, membuat tak seorangpun tahu apa yang
tersembunyi didalamnya. Mulailah pendaki muda ini melangkah, menapaki
jalan-jalan bersalju yang terbentang di hadapannya. Tongkat berkait yang di
sandangnya, tampak menancap setiap kali ia mengayunkan langkah.

Setelah beberapa berjam-jam berjalan, mulailah ia menghadapi dinding
yangterjal. Tak mungkin baginya untuk terus melangkah. Dipersiapkannya tali
temali dan pengait di punggungnya. Tebing itu terlalu curam, ia harus mendaki
dengan tali temali itu. Setelah beberapa kait ditancapkan,tiba-tiba terdengar
gemuruh yang datang dari atas. Astaga, ada badai salju yang datang tanpa
disangka. Longsoran salju tampak deras menimpa tubuh sang pendaki.
Bongkah-bongkah salju yang mengeras, terus berjatuhan disertai deru angin yang membuat
tubuhnya terhempas-hempas ke arah dinding.

Badai itu terus berlangsung selama beberapa menit. Namun, untunglah,tali-temali
dan pengait telah menyelamatkan tubuhnya dari dinding yang curam itu. Semua
perlengkapannya telah lenyap, hanya ada sebilah pisau yang ada di pinggangnya.
Kini ia tampak tergantung terbalik di dinding yang terjal itu. Pandangannya
kabur, karena semuanya tampak memutih. ia tak tahu dimana ia berada.

Sang pendaki begitu cemas, lalu ia berkomat-kamit, memohon doa kepada Tuhan agar
diselamatkan dari bencana ini. Mulutnya terus bergumam, berharap ada
pertolongan Tuhan datang padanya.

Suasana hening setelah badai. Di tengah kepanikan itu, tampak terdengar suara
dari hati kecilnya yang menyuruhnya melakukan sesuatu. "Potong tali itu….
potong tali itu.”

Terdengar senyap melintasi telinganya. Sang pendaki bingung, apakah ini
perintah dari Tuhan? Apakah suara ini adalah pertolongan dari Tuhan? Tapi
bagaimana mungkin, memotong tali yang telah menyelamatkannya, sementara dinding
ini begitu terjal? Pandanganku terhalang oleh salju ini, bagaimana aku bisa
tahu? Banyak sekali pertanyaan dalam dirinya. Lama ia merenungi keputusan ini,
dan ia tak mengambil keputusan apa-apa…

Beberapa minggu kemudian, seorang pendaki menemukan ada tubuh yang tergantung
terbalik di sebuah dinding terjal. Tubuh itu tampak membeku,dan tampak telah
meninggal karena kedinginan. Sementara itu, batas tubuh itu dengan tanah, hanya
berjarak 1 meter saja….

Teman, kita mungkin kita akan berkata, betapa bodohnya pendaki itu, yang tak
mau menuruti kata hatinya. Kita mungkin akan menyesalkan tindakan pendaki itu
yang tak mau memotong saja tali pengaitnya. Pendaki itu tentu akan bisa selamat
dengan membiarkannya terjatuh ke tanah yang hanya berjarak 1 meter. Ia tentu tak
harus mati kedinginan karena tali itulah yang justru membuatnya terhalang.

Begitulah, kadang kita berpikir, mengapa Sang Pencipta tampak tak melindungi
hamba-Nya? Kita mungkin sering merasa, mengapa ada banyak sekali beban,masalah,
hambatan yang kita hadapi dalam mendaki jalan kehidupan ini. Kita sering
mendapati ada banyak sekali badai-badai salju yang terus menghantam tubuh kita.
Mengapa tak disediakan saja, jalan yang lurus, tanpa perlu menanjak, agar kita
terbebas dari semua halangan itu?

Namun teman, cobaan yang diberikan Sang Pencipta buat kita, adalah
latihan,adalah ujian, adalah layaknya besi-besi yang ditempa, adalah seperti
pisau-pisau yang terus diasah. Sesungguhnya, di dalam semua ujian, dan latihan
itu,ada tersimpan petunjuk-petunjuk, ada tersembunyi tanda-tanda, asal KITA
PERCAYA.

Ya, asal kita percaya.

Seberapa besar rasa percaya kita kepada Sang Pencipta, sehingga mampu membuat
kita "memotong tali pengait" saat kita tergantung terbalik? Seberapa
besar rasa percaya kita kepada Sang Pencipta, hingga kita mau menyerahkan semua
yang ada dalam diri kita kepada-Nya?

Karena percaya adanya di dalam hati, maka tanamkan terus hal itu dalam kalbumu.
Karena rasa percaya tersimpan dalam hati,maka penuhilah nuranimu dengan
kekuatan itu.Percayalah, akan ada petunjuk-petunjuk Sang Pencipta dalam setiap
langkah kita menapaki jalan kehidupan ini. Carilah, gali, dan temukan rasa
percaya itu dalam hatimu. Sebab, saat kita telah percaya, maka petunjuk itu
akan datang dengan tanpa disangka.

*milis tetangga*
have a blessed day

bersabar

August 28th, 2007 by archangelsray

ketika kita menginginkan sesuatu … tp sesuatu yang kita inginkan dapet dapet / gak kunjung datang. pasti kita gregetan.

makanya. jangan lupa berdoa, mohon padaNya untuk dikabulkannya keinginan mu.
jangan lupa berusaha, tetap bersabar, pantang menyerah, segala sesuatu oleh Nya pasti manis pada akhirnya. percaya deh…..

busway haram

August 28th, 2007 by archangelsray

dulu , … , memang gw udah men judge kalo naik busway itu ‘haram’ hukumnya.
kenapa? hehe nih terulang lagi kejadiannya, gw seperti dejavu.

hari apa ya? sabtu kemarin kalo gak salah. gw gampang melupakan kejadian jaman baheula sih. :((. karena motor gw masuk bui untuk ‘turun mesin - naik lagi’.
so gw mesti ke sunter naik busway. hmmmm, … , …

pagi yg cerah, gpp lah pikir gw .. sekalian menikmati keadaan jakarta pagi pagi. anggap aja lagi melancong ke singapore, dan di singapore cuma ada busway.
gw dah pengalaman kalo di busway gak nyaman denger mp3 via earphone.
so gw persiapkan kepergian gw dengan sebotol air mineral dan sebuah buku utk dibaca.

dah siap jalan, … gw berjalan dari rumah ke pangkalan mikrolet. hehe, di jalan … gw selalu menanamkan ‘pemikirian’ ke dalam otak gw dan berusaha meyakini nya :
" ini singapore"
" ini singapore"
" ini singapore"
terus biar bisa ceria …
" udaranya bersih "
" udaranya bersih "
" udaranya bersih "
… so dengan semangat gw menghirup udara ….. ""huuuuuup"" <–bunyi lagi menghirup udara walau bau bau asap.

dah dari mikrolet gw turun di halte indosiar… wow sepi. segera aja gw duduk di
halte … , buka buku , dan membaca nya … sambil bergumam
" ini singapore "
" ini singapore "
" ini singapore "
bles…….. busway pertama dateng. full, gw gak bisa masuk.
ya sudah, gw duduk lagi dan membaca.
semenit … dua menit …
bles ……. busway kedua dateng. dah diserbu ama kakek2 dan nenek2,
ya sudah gw mengalah … (pasrah karena dah kepanasan dan meleleh)
semenit … tiga menit …
bles…….. busway ketiga … full
bles ……. busway keempat … gak angkut penumpang
bels ……. busway kelima … yak … gw paksa ikutan masuk. (akhirnya masuk juga - walau berdiri)

dah kan … penuh ternyata. akhirnya bukannya gw bisa membaca buku, alih - alih gw masukin buku gw ke tas, dan gw berusaha menikmati perjalanan di busway … ndut2an….

di halte harmoni juga gitu… ah males deh ceritainnya… akhirnya sampe gw di cempaka putih halte. -liat jam …. 2 jam-

:(( hiks, terus cari ojeg. sampe akhirnya ke tempat tujuan .dengan menghabiskan uang untuk 1 minggu bensin motor gw . huahhh ssebel.

"ini singapore"
"ini singapore"
"bukan … ini bukan singapore … ini jakarta" –sampe gw kesunter , kayak abis turun gunung , nasib nasib

show me your friends, i’ll show you your future

August 16th, 2007 by archangelsray

hehe , kemarin baru aja denger radio, n topiknya kena banget.
"show me your friends, i’ll show you your future"

1. can you tell me at least 5 of your friends that earn above 10 million rupiahs a month?
2. can you tell me at least 5 of your friends that earn above 5 million rupiahs a month?
3. or you only can tell of your friends that earn below 5 million?

mm, ini mau jelasin, seberapa banyak kamu punya teman dekat? dari beberapa teman dekat itu , kamu ada lah bagiannya, dan gak jauh dari dia.
pikiran itu tertransfer, sifat, tingkah laku, akan menjadi mirip.

jika kamu bergaul dengan perokok, kamu bisa jadi perokok
jika kamu bergaul dengan pengguna narkoba, kamu bisa jadi pengguna juga.
bergaul dengan "positive thinker" , so you are
bergaul dengan pemalas, kamu akan jadi pemalas.

ini sama ama yang saya pernah ceritakan beberapa hari lalu ke beberapa teman,
seberapa banyak teman kamu? 5 orang terdekat dalam hidupmu 1 tahun ini, adalah masa depan kamu dalam 2-3 tahun ini.

kita bisa berteman dengan semua orang, tidak boleh pilih pilih,
tapi untuk masa depan mu sendiri, menurut hemat saya, kamu harus pilih2.
so, mau pilih yg mana?

You come with nothing. You die with nothing. What
have you lost? Nothing!